1. Mau Kerja Keras
Kerja keras merupakan modal darsar untuk keberhasilan
seseorang. Rosulullah sangat marayh melihat orang pemalas dan suka berpangku
tangan. Bahkan, beliau secara simbolik memberi hadiah kampak dan tali kepada
seorang laki-laki agar mau bekerja keras mencari kayu dan menjualnya ke pasar.
Demikian pula jika mau berusaha, mulailah berusaha sejak subuh. Jangan tidur
sesudah subuh, cepatlah bangun dan mulailah kegiatan untuk itu. Akhirnya
laki-laki itu sukses dalam hidupnya.
Demikianlah setiap pengusaha yang sukses selalu
menempuh saat-saat ia harus bekerja keras membanting tulang dalam merintis
perusahaannya. Seorang pengusaha taksi mungkin tadinya ia hanya seorang sopir
angkutan umum, seorang pengusaha tekstil mungkin tadinyaseorang pedagang kredit
tekstil atau tukang jahit, dan banyak lagi contoh yang dapat kita jumpai dalam
riwayat hidup pengusaha yang sukses.
Sikap kerja keras harus dimiliki seorang wirausahawan.
Dalam hal ini, unsur disiplin memainkan peranan penting. Sebab, bagaimana orang
mau bekerja keras jika disiplin tidak ada. Dia harus mengatur waktu, sesuai
irama kehidupan, bangun pagi siap-siap untuk kerja, mulai kerja, istirahat, dan
seterusnya setelah malam tiba. Malam hari ia tidur ada satu lagi elemen penting
dalam keberhasilan dalam kerja keras, yaitu berserah diri pada Allah SWT,
dengan selalu berdo’a kepada-Nya. Insya Allah kerja keras yang diiringi dengan
do’a akan memperoleh sukses.
2. Bekerjsama dengan
Orang lain (Getting Things Done With and Through People)
Perbanyaklah teman dengan orang-orang dibawah ataupun
dengan orang-orang di atas kita. Murah hati, banyak senyum kepada bawahan dan
patuh dan disiplin terhadap atasan, dan hindarkan permusuhan. Dengan
menggunakan tenaga orang lain, maka tujuan mudah dicapai. Inilah yang disebut
“Manajemen” yaitu ilmu atau seni menggunakan tenaga orang lain untuk
mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Seorang wirausahawn mudah bergaul, disenangi oleh
masyarakat. Dia tidak suka fitnah, sok hebat, arogan, tidak suka menyikut,
menggunting dalam lipatan, dsb. Dia harus berperilaku yang menyenangkan bagi
semua orang, sehingga memudahkannya bekerjasama dalam mencapai keberhasilan.
3. Penampilan yang baik
Ini bukan berarti penampilan body face/muka yang
elok atau paras cantik. Akan tetapi lebih ditekankan pada penampilan perilaku
jujur, disiplin. Banyak orang tertipu dengan rupa nan elok tetapi ternyata
orangnya penipu ulung. Ingatlah, pribadi yang baik danjujur akan disenangi
orang dimana-mana dan akan sukses bekerja sama dengan siapa saja.
Seorang lulusan sekolah menengah atau alumni sebuah
perguruan tinggi melamar dan diterima kerja disebuah perusahaan. Dia
berpenampilan baik seperti diceritakan diatas, maka dengan cepat ia naik
pangkat menduduki posisi dalam perusahaan tersebut. Berkat naluri wirausahanya
ia bisa menabung dari income-nya tiap bulan, kemudian mencari
peluang-peluang usaha lain. Setelah modal tabungan dirasa cukup, maka ia bisa
menjelma menjadi pengusaha sukses. Peluang usahanya wirausahanya bisa bisa
dalam bentuk mensuplai komoditi yang diperlukan oleh bekas perusahaan tempat
semula ia bekerja atau meritis wirausaha dalam jenis komoditi yang sama atau ia
pindah ke kota lain.
4. Yakin (Self
Confidence)
Kita harus memiliki keyakinan diri bahwa kita akan
sukses melaukan suatu usaha, jangan ragu dan bimbang. Niatlah bekerja baik,
kemudian berserah diri kepada Allah SWT.
Self confidence ini diimplementasikan dalam tindakan
sehari-hari, melangkah pasti, tekun, sabar, tidak ragu-ragu. Setiap hari
otaknya selalu berputar membuat rencana dan perhitungan-perhitungan alternatif.
Dia bisa saja menguji buah pikirannya dengan teman-teman lain, baik yang pro
maupun yang kontra dengan rencananya.
5.
Pandai Membuat Keputusan (Making Sound Decision)
Jika anda dihadapkan pada alternatif, harus memilih,
maka buatlah pertimbangan yang matang. Kumpulkan berbagai informasi, boleh
minta pendapat orang lain, setelah itu ambil keputusan, jangan ragu-ragu.
Dengan berbagai alternatif yang ada dalam pikirannya
ia akan dapat mengambil keputusan terbaik.
6.
Mau menambah Ilmu Pengetahuan (College Education)
Zaman sekarang pendidikikan adalah nomor satu. Tenaga
tak terdidik harrganya murah sekali. Sebaliknya orang terdidik, memiliki ilmu
dan keterampilan akan dibayar mahal. Benarkah rosulullah yang mewajibkan semua
muslim menuntut ilmu dari ayunan sampai ke liang kubur. Pendidikan ini bukan
berarti harus masuk perguruan tinggi, melainkan pendidikian dalam bentuk
kursus-kursus, penalaran di kantor, membaca buku, dsb.
Pendidikan College dalam bentuk diploma akan
sangat membantu seseorang menemukan dan mengembangkan jiwa serta operasional
wirausaha. Akan tetapi, hal yang penting disini adalah adanya tambahan
pengetahuan.
7. Ambisi Untuk Maju (Ambition
drive)
Kita jangan loyo, pasrah menyerah tak mau berjuang.
Kita harus punya semangat tinggi, mau berjuang untuk maju. Orang-orang yang
gigih dalam meghadapi pekerjaan dan tantangan, biasanya banyak berhasil dalam
kehidupan. Apakah jenis pekerjaan yang dilakukan, profesi apapun yang dihadapi,
kita harus mampu melihat kedepan dan berjaung untuk menggapai apa yang
diidam-idankan.
8. Pandai Berkomunikasi
(Ability to Communicate)
Pandai berkomunikasi berarti pandai mengorganisasi
buah pikiran kedalam bentuk ucapan-ucapan yang jelas, menggunakan tutur kata
yang enak didengar, mampu menarik perhatian orang lain. Komunikasi baik,
diikuti dengan perilaku jujur, konsisten dalam pembicaraan akan sangat membantu
seseorang dalam mengembangkan karir masa depannya. Akhirnya dengan keterampilan
berkomunikasi itu seseorang dapat mencapai puncak karir, meraih kursi empuk
yang menjadi idaman setiap orang.
Sumber :
Buchari Alma (2007). Pengantar Bisnis. CV Alfabeta : Bandung
Buchari Alma (2011). Kewirausahaan. CV Alfabeta : Bandung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar